Kementerian Pariwisata Tengah Menyusun Rencana Penanganan Wisatawan di Bali

Kementerian Pariwisata tengah menyusun rencana penanganan wisatawan di Bali bila Gunung Agung mengalami erupsi. Perihal tersebut sebagai langkah antisipasi penanganan wisatawan saat terjadi mala petaka erupsi.

Kementerian Pariwisata Tengah Menyusun Rencana Penanganan Wisatawan di Bali
Kementerian Pariwisata Tengah Menyusun Rencana Penanganan Wisatawan di Bali (Sumber: kompas.com)

“Malam ini (wacana antisipasi) dilaporkan aku. Sesudah rapat koordinasi, Prof Pitana bakal memimpin di Bali. Minggu depan bakal saya yang mimpin. Seluruh industri pariwisata akan aku kumpulkan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan Ke-III di Jakarta.

Dia menyebut rencana antisipasi tersebut akan berfokus pada faktor akses, amenitas, dan atraksi. Menurutnya, bila terjadi erupsi, ketiga faktor itu wajib diperhatikan.

Tersebut seandainya terjadi erupsi Rumusnya 3A. Wajib ada atraksi. Akomodasi lalu apa mesti bayar lima puluh persen, empat puluh persen dari normal price. Aksesnya, kalau bulan ini erupsi tersebut ke barat (debu vulkanik) katanya, berarti kita harus ke timur ke Lombok. tersebut yang kita atur,” jelasnya.

Apa yang bisa diberikan oleh hotel kalau mereka wajib tertunda kepulangannya akomodasilah. Kalau kita mencharge seratus persen, tidak fair kan mereka tidak niat berlama-lama. itu yang sedang dibuat,” tambahnya.

Dia menekankan Kementerian Pariwisata berfokus pada pelayanan terhadap wisatawan. Arief mengatakan peristiwa Gunung Mulia bakal ditangani sesuai tanggung jawab kementerian.

Ini mohon maaf ada Kemensos jika yang pengungsi Wisatawan tersebut tanggung jawab Kemenpar. Anda (wartawan) jangan salah tulis ya, bukan tidak peduli sama saudara-saudara di sana tapi ada Kemensos. Kami akan lebih fokus kepada wisatawan untuk melayani,” ujarnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Malapetaka Geologis (PVMBG) menaikkan status Gunung Agung dari tingkat III (siaga) menjadi tingkat IV (awas). Naiknya status ditetapkan pada Jumat malam pukul 20.30 Wita.

Dengan penetapan status awas maka masyarakat, wisatawan, atau pendaki dihimbau tidak beraktivitas pada radius sembilan km ditambah perluasan sektoral ke arah utara, tenggara dan selatan-baratdaya sejauh 12 kilometer.

Mari bersama-sama kita berdoa untuk keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Agung, agar selalu dalam perlindunganNya, dan penurunan aktifitas Gunung Agung. #PrayForBali