Kisah Fredy Chandra, Mengajak Seluruh Guru Yang Pernah Mengajarnya Liburan ke Luar Negeri

Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan, yaitu Bapak Sulikin kedatangan tamu istimewa pada Juli 2017 lalu. Namanya Fredy Chandra.

Kisah Fredy Chandra, Mengajak Seluruh Guru Yang Pernah Mengajarnya Liburan ke Luar Negeri
Kisah Fredy Chandra, Mengajak Seluruh Guru Yang Pernah Mengajarnya Liburan ke Luar Negeri (Sumber: kompas.com)

Freddy merupakan alumnus SMAN 1 Pekalongan lulusan tahun 1993 yang kembali ke sekolahnya untuk mengundang semua guru yang pernah mengajarnya di sekolahnya itu untuk jalan-jalan ke Eropa.

“Awalnya saya pikir anak ini hanya bercanda,” kata Sulikin..

Namun, rupanya Fredy serius. Sejak pertemuan tersebut, tiga bulan Cuma saja lantaran kebanyakan guru Fredy telah tua dan pensiun, destinasi perjalanan yang semula ke Eropa diubah ke Malaysia dan Singapura.

“Sebab banyak guru telah tua, saya sarankan yang dekat-dekat saja,” bilang Sulikin.

Tepatnya pada sembilan belas September lalu, Sulikin dan rombongan guru yang pernah mengajar Fredy berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Bukan hanya guru SMAN 1 Pekalongan yang diberangkatkan, tapi juga guru Fredy di SMP Negeri satu Pekalongan dan SD Sampangan. Totalnya mencapai enam puluh lima orang.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, rombongan guru langsung disambut dengan hangat oleh Freddy dan keluarga.

“Anak ini sangat tulus. Ketemu gurunya seperti ketemu orangtuanya yang lama tak pernah bertemu. Jadi dirangkul satu-satu, ada yang dipijitin, macem-macem, pokoknya seneng sekali,” ucapnya.

“Aku terharu melihat itu, kebetulan aku tidak mengajar ia, tapi kan aku kepala sekolah. Jarang saya melihat orang seperti itu,” tambah ia.

Fredy tidak ikut dalam perjalanan ke Malaysia dan Singapura. Ia hanya membawakan gurunya-gurunya sampai Bandara Soekarno Hatta saja. Namun, dia telah menunjuk biro perjalanan untuk memandu guru-guru menikmati liburannya.

“Sebelum berangkat Fredy sempat berpesan ke biro perjalanan. Jangan sampai ada sedikit pun keluhan dari guru saya. Layani maksimal,” ujar Sulikin menirukan ucapan Fredy.

Semua biaya perjalanan mulai dari transportasi, hotel, dana saku hingga biaya pembuatan paspor semuanya ditanggung oleh Freddy. Pendamping dengan kursi roda disiapkan bahkan Freddy hingga dokter untuk mendampingi para guru yang sudah sepuh.

guru-guru menikmati objek wisata di negeri tetangga selama lima hari dan baru kembali pada dua puluh empat September kemarin.

“Semuanya fasilitas kelas 1 . Ini perjalanan yang paling berkesan sepanjang hidup aku,” bilang Sulikin.

Setahu Sulikin, Fredy kini adalah pengusaha kabel fiber optik. Dia memang telah bernazar semenjak SMA untuk mengundang guru-gurunya jalan-jalan ke luar negeri.

Fredy bercerita ke Sulikin bahwa dia pernah mengalami insiden yang cukup parah di bangku SMA. Dalam keadaan koma tersebut, Fredy bermimpi dijenguk oleh gurunya-gurunya di bangku SD, SMP dan SMA.

Dan ternyata sekarang betul-betul terkabul kalau ia punya rejeki lebih ingin mengundang gurunya jalan-jalan ke luar negeri

Sulikin menilai sosok siswa seperti Fredy telah langka sekali di era sekarang. Siswa yang mengingat jasa gurunya-gurunya saja telah sangat jarang, apalagi sampai mengajak jalan-jalan ke luar negeri. Pengalamannya diberangkatkan berlibur oleh Fredy di blog pribadinya dikisahkan sulikin pun. Tulisan tersebut diberi judul: “MURIDKU GILA”.